Sego bermakna nasi, dan gandul bermakna sesuatu yang menggantung. Meskipun begitu, jika di luar kota pati kamu juga tetap bisa nyobain lho! Ada juga yang jadi memiliki makanan favorit sebagai pengingat akan masa kecilnya.
Berikut 10 Fakta Nasi Gandul Yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Mencobanya Secara Langsung.
Nama sego gandul diketahui berasal dari para pembeli sego gandul. Sehingga posisi nasi tidak menempel langsung di piring. Penyajian dengan daun pisang memiliki fungsi tertentu.
Bila Ditelusuri Asal Usulnya, Pada Saat Pertamakali Dijajakan, Sego Gandul Dijual Dengan Pikulan Berisi Dua Buah Wadah Besar.
Pikulan tersebut digotong dan dijajakan, dan karena dipikul tersebut, nasi dan kuali kuah seperti digantung (gandul). Nasi gandul merupakan salah satu makanan khas pati jawa tengah. Sesuai dengan asal usul nama nasi gandul , banyak versi yang menyarankan demikian.
Namun, Yang Paling Kesohor Yah Memang Nasi Gandul Ini.
Yaitu agar kuah tidak terlalu panas, dan tidak cepat dingin. Nasi gandul ditemukan dan dipopulerkan oleh pak meled yang berasal dari desa gajahmati pada tahun 1955. Kuliner ini diperkenalkan oleh pak meled, warga dari desa gajahmati.
Baca Juga Resep Uni Cara Membuat Nasi Kapau Khas Sumatera Barat Komplit Nan Spesial.
Meski pada akhirnya banyak yang jualan nasi gandul bukan berasal dari desa gajahmati, namun di poster tersebut tetap tertulis kata desa gajahmati. Ada soto kemiri (asalnya dari desa kemiri) dan gethuk runting (asalnya dari desa runting). Dan pada saat ini, desa gajahmati menjadi pusat nasi gandul yang berada di pati.